Tragis! Wanita Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Nyawa Teman di Medan!

Sebuah kasus pembunuhan berencana yang menggemparkan terungkap di Kota Medan, Sumatera Utara. Seorang wanita berinisial NL (35 tahun) ditangkap oleh pihak kepolisian setelah terbukti menyewa seorang pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa temannya sendiri, seorang wanita bernama AS (32 tahun). Motif pembunuhan diduga kuat dilatarbelakangi oleh persaingan bisnis dan sakit hati.

Kronologi Pembunuhan Berencana:

Berdasarkan hasil penyelidikan Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan, perencanaan pembunuhan ini telah dilakukan beberapa waktu sebelumnya. NL, yang memiliki usaha di bidang yang sama dengan korban, diduga merasa tersaingi dan menyimpan dendam terhadap AS. Pada Sabtu, 5 April 2025, NL menghubungi seorang pria berinisial RD (40 tahun), yang dikenal sebagai pembunuh bayaran, dan menawarkan sejumlah uang untuk menghabisi nyawa AS.

Eksekusi di Sebuah Rumah Kontrakan:

Pada Minggu malam, 6 April 2025, sekitar pukul 21.00 WIB, RD berhasil menyusup ke rumah kontrakan korban di kawasan Medan Sunggal. Dengan menggunakan senjata tajam, pelaku menikam korban AS hingga tewas di tempat kejadian. Setelah melakukan aksinya, RD melarikan diri sesuai dengan rencana yang telah disusun bersama NL.

Penangkapan Pelaku Utama dan Pembunuh Bayaran:

Tim gabungan dari Satreskrim Polrestabes Medan bergerak cepat setelah menerima laporan dari keluarga korban. Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, polisi berhasil mengidentifikasi NL sebagai otak pelaku pembunuhan. NL berhasil ditangkap di kediamannya di kawasan Medan Helvetia pada Selasa dini hari, 8 April 2025.

Selanjutnya, pengejaran terhadap RD, sang pembunuh bayaran, terus dilakukan. Berkat informasi yang akurat, RD berhasil diringkus di sebuah persembunyian di luar Kota Medan pada Selasa sore, 8 April 2025.

Motif dan Barang Bukti:

Kepala Polrestabes Medan, Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir, dalam konferensi pers di Mapolrestabes Medan pada Selasa malam, 8 April 2025, mengungkapkan bahwa motif utama pembunuhan diduga kuat adalah persaingan bisnis dan sakit hati antara pelaku NL dan korban AS. Pihak kepolisian juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk senjata tajam yang digunakan pelaku, telepon genggam para tersangka, dan bukti transfer uang sebagai pembayaran kepada pembunuh bayaran.