Peristiwa tragis bunuh ibu terjadi di Medan, Sumatera Utara, di mana seorang pria tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri hanya karena ditegur saat merokok di dalam rumah. Insiden bunuh ibu yang sangat memilukan ini terjadi di sebuah rumah di kawasan Medan Helvetia pada hari Minggu, 11 Mei 2025, sekitar pukul 18.00 WIB. Pelaku yang diketahui berinisial AS (35 tahun) langsung diamankan oleh pihak kepolisian setelah kejadian.
Menurut keterangan saksi mata yang merupakan tetangga korban, kejadian bermula ketika korban, yang bernama Surti (60 tahun), menegur pelaku AS yang sedang merokok di dalam rumah. Teguran tersebut rupanya memicu kemarahan pelaku hingga terjadi pertengkaran mulut yang hebat. Dalam kondisi emosi yang tidak terkontrol, pelaku AS kemudian melakukan tindakan pembunuhan terhadap ibu kandungnya dengan menggunakan senjata tajam dihunuskan kebagian perutnya yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Budi Setiawan, melalui Kasat Reskrim Kompol Fathir Mustafa, membenarkan adanya kasus bunuh ibu yang dilakukan oleh anak kandungnya sendiri. “Kami telah mengamankan seorang pria berinisial AS terkait kasus pembunuhan ibu kandungnya. Motif sementara yang kami dapatkan adalah pelaku marah setelah ditegur oleh korban saat merokok di dalam rumah,” ujar Kompol Fathir Mustafa saat memberikan keterangan pers di Mapolrestabes Medan malam ini. Pihaknya menjelaskan bahwa pelaku AS berhasil diamankan tidak lama setelah kejadian di rumahnya sendiri.
Saat penangkapan, pelaku AS tidak melakukan perlawanan. Pihak kepolisian juga berhasil mengamankan barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban. Saat ini, pelaku AS sedang menjalani pemeriksaan intensif di ruang penyidik Satreskrim Polrestabes Medan untuk mengetahui secara pasti kronologi kejadian dan kondisi kejiwaan pelaku. Akibat perbuatannya, bunuh ibu ini terancam pasal tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Pihak kepolisian sangat menyesalkan kejadian tragis ini dan mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mengedepankan komunikasi yang baik dalam keluarga serta menghindari tindakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah.
