Pilu! Tangisan Ibu Pecah Usai Sang Buah Hati Meninggal Dunia Diduga Usai Disuntik di RSU Medan

Suasana duka menyelimuti Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Medan, Sumatera Utara, pada Kamis siang, 17 April 2025. Seorang ibu bernama Ratna Sari (38 tahun) tak kuasa menahan tangisan ibu yang memilukan usai mengetahui putranya, Arya Pratama (7 tahun), meninggal dunia setelah mendapatkan suntikan obat di rumah sakit tersebut. Keluarga korban menduga adanya kelalaian dalam proses medis yang menyebabkan nyawa sang anak tidak tertolong. Isak tangisan ibu ini menjadi pusat perhatian dan menimbulkan pertanyaan besar terkait standar pelayanan di rumah sakit tersebut.

Menurut keterangan dari pihak keluarga, Arya Pratama sebelumnya dibawa ke RSU Medan pada Rabu malam karena mengalami demam tinggi dan muntah-muntah. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, dokter mendiagnosis Arya mengalami infeksi dan memutuskan untuk memberikan beberapa jenis obat melalui suntikan. Namun, selang beberapa jam setelah mendapatkan suntikan, kondisi Arya justru menurun drastis hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Kamis siang. Tangisan ibu yang menyaksikan langsung kondisi putranya semakin histeris saat dokter menyatakan Arya telah tiada.

Keluarga korban yang merasa ada kejanggalan dalam penanganan medis Arya langsung melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian. Mereka menduga adanya malpraktik atau kelalaian dari pihak rumah sakit yang menyebabkan kematian putra mereka. “Kami ingin keadilan untuk anak kami. Kenapa setelah disuntik kondisinya malah memburuk dan meninggal? Kami minta polisi mengusut tuntas kasus ini,” ujar Bapak Hendra (42 tahun), ayahanda Arya, dengan mata berkaca-kaca di depan ruang jenazah. Tangisan ibu Arya pun terus terdengar lirih di tengah keramaian rumah sakit.

Pihak kepolisian dari Polrestabes Medan yang menerima laporan telah mendatangi RSU Medan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pihak keluarga dan tenaga medis yang menangani Arya. Jenazah Arya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polrestabes Medan, Kompol Jamaluddin, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan secara profesional dan transparan terkait kasus meninggalnya pasien anak ini. “Kami akan mengumpulkan semua bukti dan keterangan saksi ahli untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian atau malpraktik dalam penanganan medis korban,” tegas Kompol Jamaluddin. Tangisan ibu Arya menjadi simbol duka dan harapan akan terungkapnya kebenaran dalam kasus ini. Pihak RSU Medan hingga saat ini belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.