Pulau Jawa menyimpan warisan budaya dan peradaban kuno yang luar biasa, terbukti dari megahnya Borobudur dan Prambanan. Namun, di balik popularitas ikon-ikon tersebut, terdapat puluhan situs candi lain yang menyimpan misteri dan keindahan arsitektur yang tak kalah menakjubkan, namun jarang tersentuh wisatawan. Bagi para pecinta sejarah dan arkeologi, Menelusuri Jejak Sejarah candi-candi tersembunyi ini menawarkan pengalaman yang lebih intim dan mendalam mengenai kejayaan kerajaan Hindu-Buddha masa lalu. Penemuan kembali dan pelestarian situs-situs ini menjadi upaya penting untuk menjaga narasi masa lalu bangsa.
Upaya Menelusuri Jejak Sejarah membawa kita ke 5 candi kuno yang layak masuk daftar kunjungan Anda:
1. Candi Sukuh (Jawa Tengah) Terletak di lereng Gunung Lawu, Candi Sukuh menawarkan pemandangan yang berbeda dari candi lain di Jawa. Dibangun pada abad ke-15, candi ini memiliki arsitektur yang mirip dengan peninggalan suku Maya di Meksiko, dengan bentuk punden berundak. Candi ini unik karena memuat relief-relief yang bercerita tentang pengruwatan (ruwatan) atau pensucian diri. Penelitian yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah pada 12 Oktober 2025, mengonfirmasi bahwa candi ini didirikan pada masa akhir kejayaan Kerajaan Majapahit dan berfungsi sebagai tempat ritual penyucian.
2. Candi Penataran (Jawa Timur) Candi Penataran di Blitar adalah kompleks percandian terluas di Jawa Timur, yang berfungsi sebagai candi induk Kerajaan Majapahit selama lebih dari 250 tahun. Kompleks ini didedikasikan untuk Dewa Siwa dan dibangun dalam beberapa tahap, dimulai sejak abad ke-12 hingga ke-15. Relief yang paling terkenal adalah kisah Ramayana yang terpahat pada batur candi, menceritakan kembali epos Hindu yang menjadi pedoman moral pada masa itu.
3. Candi Jago (Jawa Timur) Berada di Malang, Candi Jago diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Raja Kertanagara dari Kerajaan Singhasari pada abad ke-13. Candi ini memiliki keunikan karena arsitekturnya yang menggabungkan elemen Buddha dan Hindu. Candi ini juga dikenal sebagai tempat disemayamkannya abu jenazah Raja Kertanagara. Catatan arkeologi menunjukkan bahwa candi ini mengalami pemugaran besar pada era 1980-an oleh tim restorasi nasional.
4. Candi Muara Takus (Riau) Meskipun berada di luar Jawa, candi ini sering dikaitkan dalam narasi sejarah lintas pulau. Candi ini merupakan bukti nyata adanya pengaruh Buddha Mahayana di Sumatra pada abad ke-11 dan merupakan salah satu situs peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang penting.
5. Candi Gedong Songo (Jawa Tengah) Terletak di lereng Gunung Ungaran, kompleks candi ini menawarkan pemandangan alam yang indah. Candi-candi ini merupakan peninggalan dari masa Dinasti Syailendra pada abad ke-8. Penemuan Candi Gedong Songo ini sangat unik karena melibatkan 9 kelompok bangunan (sesuai namanya, songo yang berarti sembilan), tersebar di area perbukitan. Tim konservasi setempat terus melakukan pengawasan ketat setiap hari Minggu untuk mencegah vandalisme, menegaskan betapa berharganya setiap warisan Menelusuri Jejak Sejarah ini.
