Sektor pertambangan di Indonesia seharusnya menjadi tulang punggung ekonomi nasional yang mampu menyejahterakan seluruh rakyat dari Sabang sampai Merauke. Namun, realitanya banyak lubang hitam dalam sistem tata kelola yang menyebabkan kerugian besar bagi pendapatan negara kita setiap tahunnya. Potensi kehilangan Triliunan Rupiah terus terjadi akibat praktik penambangan ilegal yang tidak terkendali.
Masalah utama bermula dari lemahnya pengawasan terhadap laporan hasil produksi dan kewajiban pembayaran royalti oleh perusahaan-perusahaan pemegang izin tambang. Ketidaksesuaian data antara jumlah material yang digali dengan volume ekspor yang tercatat resmi memicu kebocoran finansial yang masif. Angka sebesar Triliunan Rupiah tersebut seolah menguap begitu saja tanpa memberikan manfaat nyata bagi pembangunan.
Selain kerugian langsung pada pendapatan negara, kerusakan lingkungan yang ditinggalkan oleh aktivitas tambang tanpa izin juga memerlukan biaya pemulihan yang sangat mahal. Dana reklamasi yang tidak disetorkan oleh pengusaha nakal menambah beban tanggungan pemerintah pusat maupun daerah dalam jangka panjang. Akibatnya, nilai kerugian ekonomi mencapai Triliunan Rupiah jika dihitung secara menyeluruh.
Praktik manipulasi harga transfer atau transfer pricing dalam transaksi internasional juga menjadi modus klasik yang sering dilakukan untuk menghindari kewajiban pajak. Perusahaan mengecilkan nilai jual di dalam negeri agar pajak yang dibayarkan menjadi lebih rendah dari seharusnya. Hal ini menyebabkan aliran dana sebesar Triliunan Rupiah mengalir ke luar negeri secara tidak sah.
Pemerintah perlu memperketat sistem digitalisasi pemantauan tambang melalui integrasi data antara kementerian terkait guna menutup celah korupsi yang ada. Transparansi dalam pemberian izin usaha pertambangan harus menjadi prioritas utama untuk memastikan semua pelaku usaha patuh pada aturan hukum. Tanpa sistem yang kuat, kebocoran kas negara akan terus terulang kembali.
Keterlibatan masyarakat lokal dalam mengawasi aktivitas pertambangan di wilayah mereka juga sangat krusial untuk mendeteksi adanya praktik-praktik yang mencurigakan sejak dini. Informasi dari lapangan dapat menjadi basis data penting bagi aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan terhadap sindikat tambang ilegal. Kesadaran kolektif sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan aset berharga milik bangsa.
Audit secara menyeluruh terhadap seluruh izin tambang yang masih aktif harus dilakukan secara berkala tanpa adanya intervensi dari pihak manapun. Penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu akan memberikan efek jera bagi oknum yang selama ini mengeruk keuntungan pribadi secara ilegal. Langkah ini sangat mendesak demi memulihkan kondisi keuangan negara yang sedang sulit.
